![]() |
| Koperasi Kelurahan Merah Putih Latsari Jadi Lokomotif Ekonomi Rakyat Tuban. [Foto: Gagar Manik] |
Keberadaan koperasi ini menjadi simbol baru kemandirian ekonomi masyarakat perkotaan agraris Tuban menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan pusat aktivitas ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan potensi lokal yang melimpah ruah di bumi ronggolawe tercinta.
Didirikan dari Semangat Gotong Royong
Koperasi Kelurahan Merah Putih Latsari didirikan melalui Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelus) yang melibatkan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan warga. Momentum ini menjadi titik balik semangat kolektif warga Latsari untuk mengatasi kendala klasik yang selama ini dihadapi pelaku usaha kecil: keterbatasan akses modal, lemahnya kelembagaan ekonomi, dan rendahnya nilai tambah produk lokal.
“Kami ingin koperasi ini bukan hanya tempat menabung dan meminjam, tetapi rumah besar ekonomi rakyat. Tempat di mana pedagang, petani pekarangan, dan pelaku usaha kecil bisa berkembang bersama secara adil dan transparan,” ujar Hery Kurniawan dalam wawancara, Minggu (26/10/2025).
Dengan dukungan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 dan 63 Tahun 2025 serta akses pembiayaan dari perbankan HIMBARA, koperasi ini memiliki fondasi hukum dan finansial yang kuat. Hery menegaskan bahwa seluruh sistem pengelolaan KKMP Latsari dirancang berbasis prinsip transparansi, partisipasi anggota, dan akuntabilitas publik.
Latsari, Kelurahan Agraris dengan Potensi Ekonomi Besar
Kelurahan Latsari, yang terletak hanya 3 kilometer dari pusat Kabupaten Tuban, memiliki luas wilayah 1,73 km² dengan penduduk lebih dari 3.500 jiwa. Mayoritas warga bekerja di sektor perdagangan, jasa, dan pertanian skala rumah tangga. Meski lahan pertanian terbatas, masyarakat Latsari dikenal kreatif dalam mengoptimalkan potensi lahan pekarangan dan greenhouse. Produk hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang merah, serta tanaman hias dan pembibitan, menjadi komoditas unggulan yang menopang ekonomi keluarga.
Selain itu, sektor perdagangan dan jasa tumbuh pesat dengan minimarket, kios, rumah makan, dan koperasi aktif yang bertebaran di wilayah tersebut. Namun, sebelum koperasi ini berdiri, potensi ekonomi Latsari belum terkelola secara optimal karena tidak adanya lembaga penghubung yang kuat antara warga dan lembaga keuangan.
“Koperasi ini hadir untuk menjembatani keterbatasan itu. Selama ini, banyak pelaku usaha mikro di Latsari terjebak dalam sistem pinjaman berbunga tinggi atau tergantung pada tengkulak. Sekarang, mereka punya lembaga sendiri yang dikelola secara modern,” tambah Hery.
Akses Modal Lebih Mudah, Bunga Lebih Ringan
Salah satu unit usaha unggulan KKMP Latsari adalah Unit Simpan Pinjam (USP). Unit ini menyediakan skema pembiayaan mikro dengan bunga ringan, cepat, dan transparan berbeda jauh dari sistem konvensional yang rumit. Wakil Ketua Bidang Usaha, Suhartono, BA, menjelaskan bahwa USP tidak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga melakukan pendampingan usaha. “Kami mendampingi anggota dari awal hingga proses kegiatan usaha ini. Tujuannya bukan hanya memberi uang, tapi memastikan modal itu berputar produktif dan menguntungkan,” ujarnya.
Dengan dukungan Bank HIMBARA dan skema pembiayaan hingga Rp3 miliar sesuai kebijakan PMK 49/2025, koperasi ini mampu menjangkau puluhan pelaku UMKM, petani hortikultura, dan pedagang kecil. Hingga Oktober 2025, lebih dari 200 anggota aktif telah memanfaatkan fasilitas pinjaman produktif koperasi.
Menjamin Ketahanan Pangan dan Energi Lokal
Selain simpan pinjam, KKMP Latsari juga mengelola Unit Toko Sembako dan Pangkalan Elpiji. Tujuannya sederhana: memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga stabil. Unit sembako dan elpiji ini juga menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan lokal memastikan setiap keluarga di Latsari tidak tergantung pada pasokan dari luar daerah. Melihat tingginya aktivitas perdagangan di Latsari, KKMP kemudian membangun Minimarket Koperasi, yang berfungsi sebagai pusat ritel modern sekaligus etalase produk anggota. Minimarket ini juga terhubung dengan marketplace digital koperasi, yang sedang dikembangkan untuk memperluas pasar hingga tingkat kabupaten. Melalui platform tersebut, anggota bisa memasarkan produknya secara online tanpa biaya tambahan.
Kolaborasi dengan BUMN dan Perbankan
Koperasi ini juga membuka kemitraan dengan sejumlah BUMN strategis, seperti Bulog, Pertamina, Pupuk Indonesia, Kimia Farma, dan ID FOOD. Kemitraan ini mencakup pasokan sembako, pupuk, energi, dan obat-obatan bagi masyarakat anggota koperasi. Dukungan penuh juga datang dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto, yang mengapresiasi langkah Kelurahan Latsari sebagai pelopor koperasi kelurahan di Tuban. Dalam menghadapi era ekonomi digital, KKMP Latsari menerapkan sistem digitalisasi manajemen koperasi. Seluruh transaksi keuangan, stok barang, hingga data anggota kini dikelola melalui aplikasi internal.
“Kami ingin koperasi ini setara dengan lembaga keuangan modern, tapi tetap berjiwa gotong royong. Semua transaksi kami online dan transparan, anggota bisa cek saldo atau pengajuan pinjaman lewat aplikasi,” jelas Hery.
Untuk mendukung hal ini, koperasi bekerja sama dengan dinas koperasi dan perguruan tinggi lokal dalam pelatihan digitalisasi, manajemen keuangan, dan keamanan siber berbasis standar ISO 27001:2022. Selain itu, koperasi juga mengadakan pelatihan rutin bagi pengurus dan anggota tentang literasi keuangan, pengolahan produk, serta pemasaran digital.
Menjadi Inspirasi bagi Kelurahan Sekitar
Semangat kerja kepengurusan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Latsari yang disiplin, inovatif, dan berorientasi pada hasil nyata menjadi kekuatan utama yang mendorong kemajuan koperasi ini dalam waktu singkat. Dengan tata kelola yang transparan, manajemen yang profesional, serta komitmen kuat terhadap pelayanan anggota, kepengurusan KKMP Latsari berhasil menciptakan sistem kerja yang efisien dan produktif. Budaya organisasi yang dibangun di atas prinsip gotong royong, akuntabilitas, dan keterbukaan menjadikan setiap pengurus dan anggota memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap koperasi.
Tak heran, keberhasilan mereka dalam mengelola unit usaha simpan pinjam, toko sembako, serta minimarket koperasi kini menjadi inspirasi bagi kelurahan-kelurahan lain di Kabupaten Tuban. Banyak pihak menilai, apa yang dilakukan KKMP Latsari merupakan contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan dan inovasi lokal dapat menghasilkan model kelembagaan ekonomi yang tangguh, modern, dan mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi digital saat ini.
Harapan untuk Masa Depan
Menutup wawancara, Hery Kurniawan menegaskan bahwa koperasi ini bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi simbol kebangkitan masyarakat Tuban.
“Kami ingin membuktikan bahwa kemandirian bisa dibangun dari bawah. Tidak perlu menunggu investor besar, cukup dengan kepercayaan, gotong royong, dan pengelolaan yang jujur. Koperasi adalah masa depan kita bersama,” tutupnya dengan optimis.
Dengan struktur organisasi yang solid dan asas gotong royong di dada, semangat kepemimpinan yang kuat, serta dukungan penuh kebijakan pemerintah daerah, Koperasi Kelurahan Merah Putih Latsari Kecamatan Tuban diproyeksikan menjadi role model nasional bagi koperasi kelurahan lainnya di Indonesia.
.jpg)
0 Komentar