Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam praktik komunikasi dan tata kelola organisasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana digitalisasi berperan dalam membentuk konsolidasi organisasi, transformasi otoritas keagamaan, serta proses kaderisasi di lingkungan PCNU Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui analisis konten website organisasi, dokumentasi kegiatan, serta observasi terhadap pola komunikasi digital yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur digital berfungsi sebagai basis konsolidasi organisasi yang memungkinkan distribusi informasi secara terbuka dan berkelanjutan. Selain itu, digitalisasi mendorong pergeseran otoritas keagamaan dari yang semula berbasis figur menuju otoritas institusional yang terdokumentasi dalam ruang digital. Di sisi lain, media digital juga berperan sebagai strategi kaderisasi yang efektif dalam mereproduksi identitas Nahdliyyin melalui narasi kolektif yang disebarluaskan secara sistematis. Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi ruang struktural baru bagi organisasi keagamaan dalam membangun legitimasi, menjaga kohesi internal, dan memastikan keberlanjutan di era masyarakat digital.


Kata Kunci: digitalisasi organisasi; Nahdlatul Ulama; otoritas keagamaan; kaderisasi; komunikasi digital.