![]() |
| Generasi On Fire, Tradisi Mengakar: Asa Baru IPNU-IPPNU Wonomerto di Tangan Sulaiman dan Ayyunin. (Foto: Gagar Manik) |
Mengusung tema besar "Generasi On Fire, Tradisi Mengakar", agenda dua tahunan ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Ketua PAC IPNU Wonomerto masa khidmat sebelumnya, Abdur Rohman—atau yang akrab disapa Cong Oman—menjelaskan bahwa tema ini adalah sebuah visi besar.
"Kami ingin melahirkan generasi yang semangatnya selalu membara, selalu on fire dalam berproses. Tujuannya jelas, membawa PAC Wonomerto kembali ke posisi top one. Namun, semangat itu tidak boleh liar; ia harus tetap bersandar pada tradisi yang mengakar, yaitu Aswaja sebagai pondasi kuat bagi pelajar di Wonomerto," ungkap Cong Oman di sela-sela acara.
Ada yang menarik dari pemilihan lokasi tahun ini. Alih-alih memilih pusat kecamatan, panitia justru memboyong acara ke wilayah Sumberkare. Cong Oman membeberkan bahwa ini adalah langkah strategis untuk syiar organisasi.
"Pelajar di Sumberkare ini masih sedikit yang mengenal IPNU-IPPNU. Jadi, kami datang ke sini untuk mengenalkan bahwa ini adalah wadah besar yang penting untuk diikuti. Kami ingin 'menjemput bola' agar virus positif organisasi ini tersebar merata," tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Komisariat (PK) dan Ranting se-Kecamatan Wonomerto, jajaran MWC NU Wonomerto, Majelis Alumni, hingga perwakilan PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Probolinggo.
Setelah melalui proses musyawarah yang dinamis, Rekan Sulaiman dan Rekanita Ayyunin resmi terpilih untuk menakhodai PAC IPNU-IPPNU Wonomerto periode selanjutnya.
Apresiasi tinggi datang langsung dari Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo, Ahmad Dwi Juharmanto atau Cak Dwi. Menurutnya, Wonomerto selama tujuh periode terakhir telah membuktikan diri sebagai salah satu PAC terbaik di Probolinggo.
"Wonomerto itu sudah Top One, rekam jejaknya sangat baik. Tantangan buat Rekan Sulaiman dan Rekanita Ayyunin sekarang adalah sinkronisasi gerak. Di era digital ini, nakhoda baru harus bisa membawa organisasi terbang lebih tinggi sebagai wadah literasi yang relevan bagi pelajar masa kini," pesan Cak Dwi.
Senada dengan hal itu, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo, Siti Nurazizah (Rekanita Zizah), menitipkan harapan agar semangat regenerasi ini tetap terjaga. "Semoga yang terpilih bisa melanjutkan perjuangan dengan lebih baik lagi, sesuai semangat tema kita hari ini," ujarnya singkat.
Sebagai penutup masa jabatannya, Cong Oman dan Mewakili ketua PAC IPPNU Wonomerto Rekan Matus. memberikan pesan menyentuh untuk penerusnya. Ia menekankan bahwa menjadi ketua memang memikul tanggung jawab besar, namun mereka tidak akan pernah berjalan sendirian.
"Tetap semangat, semua pasti bisa dilakukan meskipun perlahan. Menjadi ketua itu tidak sendirian, banyak kalangan yang selalu siap mendukung. Selamat berkhidmat di rumah besar kita, PAC IPNU-IPPNU Wonomerto," pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, IPNU-IPPNU Wonomerto diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi tetap menjadi "rumah" yang hangat sekaligus kawah candradimuka bagi para pelajar NU di Wonomerto.
Penulis: Agus Budi Cahyono | Kader IPNU Probolinggo
.jpg)
0 Komentar