![]() |
| KKN UINSA 2026: Mahasiswa Kelompok 225 Tebar Manfaat di Desa Gubrih. (Foto: Gagar Manik) |
KKN Reguler merupakan agenda tahunan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Ampel Surabaya yang dilaksanakan setiap liburan semester enam. Pada tahun 2026, sebanyak 3.869 mahasiswa diterjunkan ke berbagai daerah untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Di Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, sebanyak 17 mahasiswa KKN Kelompok 225 turut menghidupkan syiar Islam melalui beragam kegiatan di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, S.Ag., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso, menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya program kerja, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa untuk bergerak, berdampak, dan membawa maslahat bagi umat.
Salah satu mahasiswa delegasi KKN Kelompok 225, Zahrotin Nur Firda, menjelaskan bahwa selama 18 hari pelaksanaan KKN, para mahasiswa berupaya menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat setempat, salah satunya dengan mempelajari bahasa Madura agar lebih mudah berkomunikasi dengan warga. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan kegiatan bimbingan belajar membaca, mengaji, matematika, bahasa Arab, dan bahasa Inggris bagi anak-anak desa.
"Dalam kegiatan kelembagaan desa, mahasiswa turut membantu perangkat desa dalam berbagai aktivitas administratif maupun pelayanan masyarakat. Sementara di bidang keagamaan, mahasiswa terlibat aktif mengajar di Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ, mendampingi kegiatan ekstrakurikuler da’i-da’iyah dan banjari di Yayasan Al-Fata, menjadi muazin dan imam di masjid desa, serta melaksanakan roan masjid setiap pekan," jelasnya.
Selain kegiatan yang telah berjalan, mahasiswa KKN Kelompok 225 juga tengah mempersiapkan sejumlah program kerja utama. Program tersebut meliputi pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan ekstrak pandan, sosialisasi pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso, serta pembuatan SiGepeng sebagai media pemilahan sampah botol guna mendukung budaya peduli lingkungan di Desa Gubrih.
Kegiatan sosial kemasyarakatan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa melakukan sowan kepada tokoh masyarakat, membantu warga di ladang, serta menghadiri pengajian di desa maupun desa tetangga sebagai bentuk penguatan hubungan sosial dan pendekatan kultural dengan masyarakat.
Kepala Desa Gubrih, Abd Bari, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya. Menurutnya, meskipun pelaksanaan KKN baru memasuki hari ke-18, para mahasiswa telah mampu berbaur dengan masyarakat, aktif dalam berbagai kegiatan desa, dan memberikan dampak positif bagi warga.
"Dengan sisa masa pengabdian yang masih berlangsung hingga hari ke-40, mahasiswa KKN Kelompok 225 berkomitmen untuk menuntaskan seluruh program kerja yang telah dirancang, sekaligus terus berupaya memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Desa Gubrih," tuturnya.
.jpg)
0 Komentar