Kreatif, Mahasiswa KKN 225 UINSA Kenalkan Manfaatkan Daun Pandan sebagai Sabun Cuci Piring di Desa Gubrih. (Foto: Gagar Manik)
Gagar Manik - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 225 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar daun pandan di Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja bertema Kesehatan Lingkungan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi alam sekitar menjadi produk yang bermanfaat, ramah lingkungan, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan diikuti oleh warga Desa Gubrih dengan antusias. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat daun pandan yang selama ini lebih dikenal sebagai pelengkap masakan. Mahasiswa KKN kemudian memperkenalkan inovasi pemanfaatan daun pandan sebagai bahan utama sabun cuci piring yang mudah dibuat dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan proses pembuatan sabun cuci piring menggunakan bahan-bahan sederhana, yaitu sari daun pandan, texafoam, garam, air, dan perasan jeruk nipis. Seluruh bahan diolah melalui tahapan yang mudah dipahami sehingga masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah tanpa memerlukan peralatan khusus.

Kreatif, Mahasiswa KKN 225 UINSA Kenalkan Manfaatkan Daun Pandan sebagai Sabun Cuci Piring di Desa Gubrih. (Foto: Gagar Manik)
Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi produk yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi. Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sabun cuci piring berbahan daun pandan juga diharapkan menjadi alternatif yang lebih hemat sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai proses pembuatan, komposisi bahan, hingga cara pengemasan produk apabila ingin dipasarkan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang warga yang mengikuti pelatihan mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan daun pandan yang selama ini hanya digunakan sebagai pelengkap masakan.

"Pelatihan ini sangat membantu kami karena memberikan pengetahuan baru tentang cara mengolah daun pandan menjadi sabun cuci piring. Selain bisa dipraktikkan sendiri di rumah sehingga lebih hemat, keterampilan ini juga bisa menjadi modal untuk memulai usaha kecil dan menambah penghasilan keluarga," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 225 UINSA berharap masyarakat Desa Gubrih semakin kreatif dalam memanfaatkan potensi alam yang tersedia di lingkungan sekitar. Program ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.