![]() |
| Mengenal Goa Amben, Destinasi Tersembunyi di Kawasan Mbongok Desa Jetak Tuban. (Foto: Gagar Manik) |
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengenalkan potensi alam dan kekayaan sejarah lokal kepada mahasiswa IAINU. Selain memiliki perkebunan kopi dan air terjun yang mulai dikenal masyarakat, kawasan Mbongok juga menyimpan Goa Amben yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Melalui cerita yang disampaikan langsung oleh tokoh setempat, mahasiswa dapat memahami bahwa setiap tempat memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu dijaga.
Saat menyusuri kawasan perkebunan kopi menuju lokasi air terjun, rombongan diajak berhenti di salah satu titik yang menjadi pintu masuk menuju Goa Amben. Di lokasi tersebut, Mbah Hanim menjelaskan bahwa keberadaan goa telah diketahui sejak lama melalui cerita para leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Beliau juga menjelaskan asal-usul nama Goa Amben serta beberapa kisah yang berkembang di masyarakat mengenai tempat tersebut. Menurut penuturan beliau, Goa Amben berada sekitar 100 meter dari kawasan Air Terjun Bongok dan dikelilingi pepohonan tua yang telah berusia ratusan tahun sehingga suasananya masih sangat alami.
Saya sering mengajak orang yang datang ke sini untuk mengenal Goa Amben. Biar mereka tahu kalau tempat ini bukan sekadar goa, tetapi juga punya sejarah yang sudah diceritakan turun-temurun oleh para leluhur," ujar Mbah Wo Hanim di sela-sela penjelasannya mengenai sejarah Goa Amben.
Mbah Hanim juga menceritakan bahwa dahulu pernah ada seorang sepuh yang berasal dari Magelang dan tinggal di kawasan Goa Amben selama berbulan-bulan untuk beribadah dan menyepi. Kisah tersebut hingga kini masih sering diceritakan oleh masyarakat sebagai bagian dari sejarah Goa Amben yang juga dikenal memiliki nilai religi.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa kondisi Goa Amben saat ini sudah tidak sepenuhnya seperti dahulu. Menurut cerita yang diterimanya, bagian dalam gua pernah dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga bentuk gua menjadi lebih menjorok ke bawah dibandingkan kondisi aslinya.
Mahasiswa juga memperoleh informasi bahwa Goa Amben memiliki dua cabang lorong. Salah satu cabang konon terhubung hingga Goa Trancang, kemudian berlanjut ke Goa Pawon, Goa Kendil, dan berakhir di Goa Suro. Sementara cabang lainnya memiliki panjang sekitar 50 meter. Di bagian lorong tersebut terdapat tulisan yang muncul secara alami pada dinding gua. Hingga saat ini, menurut penjelasan Mbah Hanim, tulisan tersebut masih belum dapat diartikan oleh para ahli sejarah sehingga menjadi salah satu keunikan Goa Amben yang masih menyimpan banyak misteri.
Pak Sukandar, salah satu warga yang turut mendampingi kegiatan, berharap keberadaan Goa Amben dapat semakin dikenal masyarakat tanpa menghilangkan nilai sejarah yang dimilikinya.
"Semoga nanti makin banyak yang tahu kalau di Mbongok ada Goa Amben. Tapi yang paling penting tetap dijaga, jangan sampai rusak atau hilang cerita dari orang-orang dulu," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengenal keindahan alam Desa Jetak, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai sejarah, cerita turun-temurun, serta potensi wisata yang dimiliki Goa Amben. Berbagai informasi yang disampaikan Mbah Hanim menunjukkan bahwa kawasan tersebut bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang masih terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Diharapkan, pengenalan Goa Amben dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi wisata berbasis alam dan sejarah di kawasan Mbongok, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dan generasi muda agar bersama-sama menjaga warisan yang dimiliki desa.
.jpg)
0 Komentar