Mahasiswa IAINU Gelar Seminar Digital Marketing dan QRIS untuk Mendorong Digitalisasi Usaha Desa. (Foto: Gagar Manik)
Gagar Manik - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan memanfaatkan media sosial dan sistem pembayaran non-tunai menjadi kebutuhan penting bagi para pelaku usaha. Berangkat dari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 IAINU Tuban Desa Remen menggelar Seminar Digital Marketing dan QRIS dengan tema "Digitalisasi Usaha Desa melalui Pemanfaatan Digital Marketing dan QRIS". Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, dan diikuti oleh pelaku UMKM, masyarakat, Muslimat, Fatayat, ibu-ibu PKK, serta perangkat desa, Rabu (05/08/2026).

Seminar ini menghadirkan Ibu Nur Hidayatul Istiqomah, S.E., M.M. sebagai narasumber yang membagikan wawasan mengenai pentingnya digitalisasi dalam mengembangkan usaha. Melalui penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, peserta diajak mengenal berbagai strategi pemasaran digital yang relevan dengan kondisi usaha di desa, khususnya melalui platform TikTok yang kini menjadi salah satu media promosi dengan jangkauan paling luas.

Tidak hanya membahas teori, narasumber juga memberikan berbagai contoh sederhana mengenai cara membuat konten yang menarik, menentukan target pasar, hingga membangun kepercayaan konsumen melalui media sosial. Peserta diajak memahami bahwa promosi digital tidak selalu membutuhkan biaya besar, tetapi lebih mengutamakan kreativitas, konsistensi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Selain digital marketing, seminar ini juga membahas pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai solusi pembayaran digital yang praktis dan aman. Peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat penggunaan QRIS bagi pelaku usaha, mulai dari mempermudah transaksi, mengurangi penggunaan uang tunai, hingga meningkatkan kepercayaan pelanggan karena proses pembayaran menjadi lebih cepat dan efisien. Pada sesi ini, peserta juga diberikan pendampingan mengenai alur pendaftaran QRIS sehingga mereka memiliki gambaran yang jelas apabila ingin mulai menerapkannya dalam usaha masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari cara membuat konten yang berpotensi masuk FYP di TikTok, strategi meningkatkan jumlah pelanggan melalui media sosial, hingga pengalaman para pelaku usaha yang masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi digital. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat berbagi pengalaman secara langsung dengan narasumber.

Menurut narasumber, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen. Dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan QRIS sebagai sistem pembayaran, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing usahanya.

Salah satu peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari seminar tersebut.

"Selama ini kami hanya menjual produk dari mulut ke mulut. Setelah mengikuti seminar ini, kami jadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan TikTok untuk promosi dan pentingnya menyediakan pembayaran melalui QRIS agar pelanggan lebih mudah bertransaksi. Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami," ungkap salah satu pelaku UMKM Desa Remen.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN IAINU Tuban Kelompok 01 Desa Remen berharap masyarakat semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana mengembangkan usaha. Besar harapan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan seminar saja, tetapi dapat diterapkan secara nyata sehingga mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, memperluas pasar produk lokal, serta mendukung terwujudnya ekonomi desa yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing di era digital.

Penulis: Muhammad Thoha Zakaria Yahya, Wafa Rizquna Zakkiyah, Mazroatu Sa'addah (Mahasiswa IAINU Tuban).